Pidana atau Denda Rp 250 ribu untuk Pengguna Sirine dan Stobo

Pidana atau Denda Rp 250 ribu untuk Pengguna Sirine dan Stobo

IR - Beberapa minggu terahir Kepolisian Republik Indonesia gencar melakukan tilang terutama pada kendaraan baik roda empat maupun roda dua, terhadap penggunaan sirene dan lampu strobo. Karena di kehidupan sehari kita masih melihat beberapa pengendara mobil maupun motor menggunakannya, trus siapa saja yang boleh menggunakannya?

Setiap pengguna jalan raya mempunyai hak yang sama, nah disini tak jarang di antara pengendara kurang mendapat informasi bahwa jalan raya telah di atur di dalam UU No 22 tahun 2009 Pasal 134 UU itu menyebutkan ada tujuh pihak pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan. Pemilik hak utama di jalan seperti ambulan, pemadam kebakaran, petugas keamanan, dan presiden mendapat prioritas dari para pengguna jalan.

Dalam pasal 135 yang mengatakan bahwa pertama, kendaraan yang mendapat hak utama harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirene. Kedua, petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia melakukan pengamanan jika mengetahui adanya pengguna jalan yang memiliki hak utama. Dan, ketiga, alat pemberi isyarat lalu lintas dan rambu lalu lintas tidak berlaku bagi kendaraan yang mendapatkan hak utama.

Kehadiran mereka ditandai dengan suara sirene dan cahaya lampu strobo. Lampu dibagi beberapa warna sesuai peruntukannya seperti lampu isyarat warna merah atau biru serta sirene berfungsi sebagai tanda kendaraan bermotor yang memiliki hak utama. Sedangkan lampu isyarat warna kuning berfungsi sebagai tanda peringatan kepada pengguna jalan lain. warna merah dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah. serta warna biru (petugas keamanan). warna kuning tanpa sirene digunakan untuk kendaraan bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus. Para pemilik hak utama harus didahulukan karena sifatnya mendesak dan super penting.

Jika melanggar ketentuan tersebut, di dalam UU 22/2009, khususnya di pasal 287 ayat 4 ditegaskan bahwa orang yang melanggar ketentuan hak utama dan penggunaan alat peringatan dengan bunyi dan sinar bisa dipidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu. Nah tuh Brosis udah tau kan sekarang sebar deh info ini ke keluarga, teman, tetangga bahkan kerabat kalo bukan VVIP copot aja itu Strobo dan Sirine.

Penulis

enzojoey's picture
enzojoey
  • Comments

0 Comments:

Scroll to Top