Denda Tilang Di Dunia, Indonesia Masih ‘Ramah’

tilang lalu lintas

IR – Dari data yang terhimpun di beberapa negara mengenai denda pelanggaran lalu lintas (tilang), Indonesia termasuk ‘ramah’ dalam hal nominal denda yang dikenakan pada pelanggar lalu lintas.

Indonesia bukan termasuk negara dengan denda terendah ataupun tertinggi dalam hal penerapan denda pelanggaran lalu lintas. Menarik juga menyimak perbandingan besaran denda yang diterapkan di tiap negara, menjadi perbandingan juga bagi para pengguna jalan raya di Indonesia.

Jenis pelanggaran menelpon ketika mengemudi di Indonesia dikenai denda Rp 1 Juta, paling tinggi denda pelanggaran ini terdapat di negara Ghana dengan nominal denda setara Rp 8 juta, sementara terrendah ada di negara Bangladesh dengan denda hanya setara Rp 40 ribu saja.

Untuk pelanggaran parkir sembarangan, negera yang menerapkan denda tertinggi adalah Tanzania dengan denda sampai dengan Rp 1,8 juta, terendah adalah negara Ivory Coast atau Pantai Gading dengan besaran denda Rp 25 ribu, sementara di negeri ini menurut aturan yang berlaku, pelanggaran parkir sembarangan akan di kenai Rp 500 ribu.

Jika meerobos lampu merah di Indonesia akan dikenai denda sebesar Rp 500 ribu atau diputuskan pengadilan jika pelanggaran tersebut dianggap serius, artinya masih fleksibel, tapi di Ghana, pelanggaran terebut mutlak dikenai denda sebesar Rp 8 juta, yang mengagetkan justru di Qatar yang mendenda pelanggar dengan nominal Rp 25 ribu.

Nominal yang sama dikenai pemeritah dan kepoian Ghana bagi pelanggaran mengemudi dalam keadaan mabuk sebesar Rp 8 juta menjadi yang tertinggi, dan yang terendah diterapkan Pakistan dengan besaran denda Rp 120 ribu, di Indonesia pelanggaran jenis ini akan di ganjar denda sebesar Rp 750 ribu atau hukuman 3 bulan penjara.

Untuk pelanggaran balapan di jalan raya pemerintah dan kepolisian Jerman menerapkan denda mulai dari Rp 250 ribu sampai RP 9 juta, sementara itu di Bangladesh hanya dikenai denda sebesar Rp 50 ribu, di negeri ini jika tertangkap tangan melakukan pelanggaran tersebut akan di kenai Rp 3 juta atau hukuman 1 tahun penjara.

 

Sumber                  : Carmudi

Foto                       : log.viva.co.id

Penulis

Adithya Nurcahyo's picture
Adithya Nurcahyo
  • Comments

0 Comments:

Scroll to Top