Lelang Buku Inside Looking Out – Outside Looking In BBMC Terkumpul Rp 570 Juta

IR - Melawan arus cara berpikir umum yang telah mapan, merupakan ciri khas dari Bikers Brotherhood Motorcycle Club (BBMC) Indonesia. Hal tersebut terpaksa dilakukan karena BBMC berpikir cerdik dan kreatif dalam menentukan sikap di negara 'terjajah' oleh bangsa asing yang menyusup di sela kehidupan masyarakat Indonesia.

Klub motor tua terbesar di Indonesia hingga Asia Tenggara ini teguh mempertahankan lima (5) azas dasar yang dianut yakni Respect, Loyal, Honor, Pride, Brotherhood. Dengan lima azas itulah, BBMC hidup dan berkembang sejak 13 Juni 1988 hingga sekarang dengan ribuan anggotanya.

Salah satu bentuk rekaman dari pemberontakan sosial yang dilakukan BBMC tersirat pada buku 'Inside Loooking Out - Outside Looking in' yang disusun oleh Chef Haryo Pramoe dan Dwi Aryo sebagai potret sisi lain dari kelompok yang enggan terseret dalam pusaran dunia para penjilat dan pecundang di Indonesia. BBMC hidup di antara lingkup yang menjunjung persaudaraan tinggi dan menjalani kehidupan di antara masyarakat umum meski seringkali cara hidupnya nyeleneh dan berbeda.

Melalui buku yang dibuat terbatas, pembaca akan dibawa untuk larut dalam memaknai kehidupan sebuah klub motor yang tumbuh dari kesetiaan, saling menghormati dan saling menghargai dan mendidik anggotanya untuk bangga untuk dirinya sendiri serta patuh mengabdi kepada negeri.

“Buku ini dibuat untuk memaknai arti persaudaraan sesungguhnya dari BBMC dengan tetap mengedepankan pilar-pilar kebanggaan sebagai warga negara Indonesia dan menolak segala bentuk neokolonialisme yang sudah masuk ke sendi-sendi kehidupan masyarakat. Buku Inside Looking Out – Outside Looking In adalah sebuah jendela yang membuka ruang pandang bagi persaudaraan kami di dalam dengan lingkar luar kehidupan masyarakat,” sebut Budi Dalton El Presidente Bikers Brotherhood MC Indonesia dalam acara lelang buku edisi terbatas di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (19/12).

Hasil dari lelang buku ini akan mendanai program  Brotherhood for Indonesia melalui enam pilar kegiatannya yakni : Brotherhood Care (social), Brotherhood for Education (pendidikan), Brotherhood for Nature (lingkungan), Brotherhood for Indonesian Culture (budaya) Brotherhood Incorporated (pemberdayaan industry kreatif) dan Brotherhood for Indonesia Conducive  yang  bertujuan untuk menciptakan cita-cita 100th Bikers Brotherhood MC for Indonesia Raya ‘Bhakti Untuk Negeri’ .

“BBMC mengajak para tokoh, sahabat dan masyarakat lainnya untuk selalu meletakan dasar persaudaraan dan kebanggaan berbangsa Indonesia yang antara lain tersirat dalam buku ini. Persaudaraan yang benar-benar pada kesadaran bahwa kita sama-sama menghirup udara yang sama dan menginjakan kaki di bumi pertiwi, Indonesia. Karena Benteng Pertahanan Terakhir Negara Kita adalah Persaudaraan,” pungkas Budi.

Dalam lelang buku tersebut, terkumpul dana sebesar Rp 570 juta yang didapatkan dari delapan buku, masing- masing:

Edisi Founding Father – SS Diponegoro : Rp 60,000,000,- (Bro Pare/Suherli)
Edisi Sacred Number -13   : Rp 40,000,000,- (Bro Samuel)
Edisi Sacred Number – 88  : Rp 70,000,000,- (Bro Dedi Gohunt)
Edisi The BBMC Code-22    : Rp 37,000,000,- (Bro Abi H)
Edisi The BFFB – 2662     : Rp 55,000,000,- (Bro Djonie Rahmat)
Edisi The One Brotherhood Diamond  : Rp 55,000,000,- (Bro Samuel)
Edisi The Support 22 For Indonesia : Rp 35,000,000,- (Bro Edddy Kuntadi)
Edisi EL Presidente of BBMC        : Rp 200,000,000,- (Bro Samuel)

Bro Samuel yang memenangkan lelang tiga edisi buku BBMC mengungkapkan bahwa hal ini merupakan rasa ‘respect’ terhadap rasa persaudaraan yang diagungkan oleh BBMC. “Jangan dilihat dari nilai materi yang saya berikan, namun ini adalah bentuk penghargaan untuk nilai-nilai persaudaraan dari BBMC yang telah mengajarkan saya  selama ini dan juga bentuk penghormatan untuk almarhum Bro Ferry Okoy. Almarhum memiliki kedekatan dengan saya secara emosional,” sebut pria pemilik usaha Monex ini. (RLS)

Penulis

Mohammad
  • Comments

0 Comments:

Scroll to Top