Yamaha TZM 150, Sportbike Legendaris Era Peralihan

Yamaha TZM 150 Sportbike Legendaris Era Peralihan

IR - Disebut era peralihan karena Yamaha TZM 150 memiliki desain peralihan dari sport bike era 90-an yang serba kotak potongan bodinya menuju era modern dimana bentuk fairing dengan tarikan bodi halus namun meruncing.

TZM 150 lahir sekitar tahun 1996, merupakan pengembangan dari Yamaha TZR 250 yang sudah kondang di kancah motorsport sejak era ’80 sampai ’90-an, salah satunya Berjaya di ajang Isle Of Man TT, beragam teknologinya berhasil dikembangkan pada TZM 150.

Simak saja keseluruhan bodi yang membalut motor dengan kapasitas persisnya 147 cc ini. Bagian belakang khas motor sport era 90-an dengan bentuk bodi kotak, begitupun dengan tangki bahan bakar yang besar dibagian belakangnya.

Berbeda dengan fairing atau bodi bagian depan, dengan head lamp melekuk luwes di hiasi lampu sein di sisi kanan dan kirinya. Potongan bodinya tak lagi kotak namun memiliki ‘pinggul’ halus namun membentuk garis tajam.

Secara desain Yamaha TZM 150 menggabungkan dua era sportbike di dunia. Disaat motor lain masih memiliki potongan bodi yang kaku, TZM 150 sudah mulai beralih ke bentuk desain modern kala itu. Membuatnya sangat kontras jika berjajar dengan sporbike sejenis di masanya.

Tak hanya tampilan, sector mesin memiliki teknologi modern di masanya, mengandalkan system kerja 2 langkah dengan pendingin cair. Dilengkapi dengan katup pengatur bukaan lubang buang, teknologi ini di sebut YPVS (Yamaha Power Valve System).

Cara kerjanya dengan mengatur besar bukaan lubang buang yang diperintah secara mekanis-elektrik, sehingga sisa gas buang bisa diolah kembali dan menghasilkan tenaga bagi mesin. Jangan heran jika output yang dihasilkan bisa sebesar 36 PS pada 10.500 rpm.

System karburasi yang terpasang pada TZM 150 termasuk yang paling mutakhir dimasanya, menggunakan Mikuni VM30SS yang dilengkapi dengan nosel power-jet yang bertugas memberikan semprotan uap bahan bakar pada kondisi tertentu membuat power mesin tidak putus dari putaran bawah sampai atas.

Dahsyatnya peforma mesin apik di handling pengendaranya berkat sasis canggih yang di pakai. Delta-box yang terkenal keampuhannya meredam mesin-mesin balap dipasangkan pada TZM 150. Presisinya hitung-hitungan sasis menghasilkan pengendalian yang sempurna.

Meski berdimensi besar, berat keseluruhan Yamaha TZM 150 yang ‘hanya’ 119 kg membuatnya makin beringas ketika dipacu di jalan raya atau di sirkuit sekalipun. DNA motorsport Yamaha kental terasa pada motor yang masuk ke Indonesia secara CBU (Complety Built Up) ini.

Harga jual yang kala itu diatas Rp 30 juta dan kondisi pasar motor yang berbeda dengan saat ini tentu menjadikan TZM 150 hanya dimiliki kalangan tertentu saja. Tak heran jika saat ini unit bekasnya masih memiliki harga jual yang fantastis.

 

Penulis

Adithya Nurcahyo's picture
Adithya Nurcahyo
  • Comments

0 Comments:

Scroll to Top