Test Ride Vespa GTS Super, Si Semok Yang Ringan Bermanuver

Test Ride Vespa GTS Super Si Semok Yang Ringan Bermanuver

IR – Kesan pertama melihat matik super ini adalah terpukau dengan tampilan klasik membulat khas Vespa. Body besar dengan kombinasi lekukan-lekukan eksotik mengunci pikiran untuk kembali mengingat tampang Piaggio Vespa yang klasik.

Piaggio Vespa GTS era modern sebelumnya telah muncul dengan mesin berkapasitas 300 cc. Indonesia Riders beruntung dipinjami satu unit Vespa GTS Super 150 3v ie yang merupakan versi mesin cilik dari GTS 300.

Dari segi penampilan kesan klasiknya sangat kuat, balutan lampu bulat dan yang paling mengikatkan dengan Vespa lawas adalah terapatnya sirip-sirip di bodi kanan belakang yang di Vespa jaman dulu merupakan lubang pendingin mesin, di GTS Super, sirip tadi hanya sebagai aksen sekaligus ciri yang ‘Vespa banget’.

Bodi yang besar dimanfaatkan sebagai area penyimpanan, seperti di balik bodi depan terdapat boks atau laci yang terinspirasi dari Vespa lawas seri PS, PX dan Excel. Area tadi bisa di manfaatkan untuk menyimpan gadget maupun barang lainnya.

Untuk membuka laci, tekan rumah kunci ketika berada di posisi tidak terkunci atau di posisi ‘on’. Ketika kunci stang diaktifkan, maka fitur pembuka laci tadi pun akan terkunci. Sama halnya ketika jok akan di buka untuk mengisi bahan bakar, ada tombol kecil diatas laci untuk membukanya, sistemnya elektrik mekanis.

Bagasi di bawah jok menyediakan ruang penyimpanan yang besar, namun dimensinya kurang lebar karena helm tidak bisa dibenamkan. Meski demikian, barang-barang seperti jas hujan atau lainnya bisa leluasa menghuni area tersebut, namun jangan menaruh barang yang rentan akan panas, karena area tersebut yang tepat diatas mesin sehingga menghasilkan panas yang lumayan menyengat meski telah dilengkapi peredam panas.

Kesan pertama ketika duduk diatas skuter Italia ini adalah adalah posisi kaki yang agak jinjit ke tanah, tinggi tester yang 172 cm rupanya masih kurang. Setelah ditilik ternyata jok yang lebar membuat bagian paha harus membuka lebih lebar.

Sumber tenaga yang tertanam pada GTS Super hanya setengahnya dari Versi GTS 300. Mesin berkapasitas 150 cc dengan teknologi 3 klep mampu menghasilkan tenaganya mencapai 8,7 kW/7.500 RPM. Pengabutan bahan bakar injeksi menjadi standar kelayakan sebuah kendaraan bermotor yang lulus uji EURO 3.

Awalnya sempat ragu akan peformanya, karena ditilik dari bodinya yang besar sementara mesin 150 3v ie aslinya untuk menghela seri LX, S, Sprint dan Primavera yang bodinya lebih kecil dari GTS Super. Keraguan tersebut terbantahkan ketika tubuh tester dan GTS Super yang sama-sama semok mampu dihela dengan sensasi tarikan responsif.

Kesan tidak nyaman karena posisi kaki yang jinjit ketika berhenti seketika hilang ketika keseimbangan sudah didapat ketika melaju, dek pijakan kaki khas vespa yang lebar menyuguhkan variasi posisi kaki dari depan sampai belakang. Foot step pembonceng dapat dilipat ke dalam bodi jika tidak digunakan.

Di adu di jalanan padat ibu kota, tenaga di kecepatan rendah sampai tengah tidak beda jauh dengan matic keluaran Jepang dengan kapasitas mesin dibawahnya, namun demikian kelincahan dari skuter Italia ini patut diacungi jempol. Tak disangka bodinya yang besar mampu meliuk indah di lintasan Jakarta yang super padat.

Memang bodi besarnya perlu penyesuaian bagi pengendara yang tidak terbiasa mengendarai Vespa, tak perlu lama mendapatkan feeling tersebut karena handling yang mudah dipahami ditunjang dengan posisi berkendara yang nyaman namun sigap bilamana harus bermanuver agresif.

Vespa GTS Super ini pun dicoba lintas kota dengan jarak tempuh 300-an kilometer. Yang dirasakan adalah posisi berkendara yang tidak membuat pengendara cepat letih. Di lalulintas sepi, Vespa berkelir merah ini dapat dipacu hingga 110 km/jam ditilik dari spidometer analog yang berkesan klasik.

Pada kecepatan menengah torsi dan power besar GTS Super mulai terasa khasiatnya, tarik-tarikan berebut jalur dengan pengendara lain dengan kecepatan diatas 80 km/jam mampu di taklukan GTS Super.

Torsinya yang besar menjadi modal mumpuni ketika melahap jalanan menanjak, tidak perlu memelintir gas dalam-dalam untuk mengailnya. Tenaga tersaji dalam powerband yang luas, karakter yang selalu dimiliki mesin Vespa klasik sampai modern.

Sedikit catatan posisi standar tengah mudah menggesek aspal ketika diajak bermanuver agak dalam. Suara yang dihasilkan cukup membuat kaget namun motor masih tetap bisa di handling alias tidak melawan gerakan manuver.

Roda alumunium keras dengan diameter 12 inchi dibalut karet hitam Maxxis berukuran lebar mampu menyuguhkan pengendalian yang mantap, ditunjang dengan double shockbreaker di bagian buritan membuat redaman di jalan jelek sekalipun dapat di minimalisir.

Peranti keamanan dengan menghadirkan rem cakram hidrolis tak hanya di roda depan, namun juga di bagian belakang yang membuat keamanan makin terjamin. Di bagian depan, meski roda hanya di topang oleh satu poros pengendalian saat akselerasi dan deselerasi bisa dikatakan sempurna.

Piaggio Vespa GTS Super 150 3V ie tak hanya menyuguhkan tampilan yang klasik, namun juga mampu memberikan sensasi mengendara Vespa yang tidak terlupakan.

 

           

 

 

Spesifikasi lengkap Vespa GTS Super 150 3V i.e. :

Mesin : LEm 3 katup, 4 langkah, silinder tunggal

Kapasitas mesin : 154.8 cc

Sistem bahan bakar : Injeksi elektronik

Daya Maksimum : 8.7 kW/7.500 rpm

Torsi maksimum : 12 Nm/5.000 rpm

Sistem pendingin : Udara

Transmisi : CVT (Continous Variable Transmission)

Suspensi depan : Lengan tunggal dengan pegas helikal dan peredam kejut tunggal aksi ganda

Suspensi belakang : Peredam kejut ganda, pegas hidrolis aksi ganda dan 4 pilihan pengaturan

Rem depan : cakram 220 mm

Rem belakang : cakram 220 mm

Ban depan : Tubeless 120/70-12"

Ban belakang : Tubeless 130/70-12"

Kapasitas tangki : 9.0L +- 0.5L

Emisi : Euro 3

Panjang : 1.950 mm

Lebar : 740 mm

Tinggi sadel : 800 mm

Jarak sumbu roda : 1.350 mm

 

Penulis

Mohammad
  • Comments

0 Comments:

Scroll to Top