Mobil Bensin Atau Diesel, Mana Lebih Baik ?

Mobil Bensin Atau Diesel Mana Lebih Baik ?

IR – Pertanyaan ini sering muncul di pikiran calon pembeli mobil, membandingkan sumber tenaga mesin yang terbagi antara bensin dan diesel. Secara teknis kedua jenis mesin tersebut memiliki keunggulan masing-masing, semua berhubungan dengan gaya berkendara, lokasi dipakainya mobil sampai gaya hidup pengendaranya.

Bicara efisiensi, mesin diesel memiliki keunggulan. Berkat rasio kompresi yang tinggi, mesin diesel terbukti lebih hemat bahan bakar dibandingkan dengan mesin bensin. Tenaga yang diproduksi mesin diesel berada di jajaran 30 persen dimana tenaga produksi mesin bensin berada di 15 persen, membuktikan bahwa mesin diesel lebih bertenaga.

Konsumsi bahan bakar mesin diesel juga sekitar 1.6 liter atau sekitar 1.5 kali lebih irit dibandingkan mesin bensin. (Saat ini pemerintah Indonesia masih mensubsidi Premium seharga Rp 6.500,- dan Solar seharga Rp 5.500,-.).

Jika ramah lingkungan yang dicari, mesin bensin memiliki keunggulan dibanding mesin diesel. Meskipun mesin diesel menghasilkan tenaga yang lebih besar dan lebih hemat bahan bakar, mesin diesel memproduksi lebih banyak gas CO2 (sekitar 2.68kg gas CO2 per liter), yang bila dibandingkan dengan mesin bensin hanya memproduksi sekitar 2.31 kg gas CO2 per liter.

Jadi meskipun mesin diesel 20 persen lebih hemat bahan bakar dan memproduksi karbondioksida lebih sedikit per kilometernya, black carbon dari knalpotnya menjadi salah satu penyebab terbesar global warming.

Dari segi perawatan mesin bensin relatif lebih hemat pengeluaran ketika di servis. Sebagai perbandingan, biaya servis umum sebuah Toyota Innova Bensin sejumlah Rp 530.000,- dan untuk Toyota Innova Diesel sejumlah Rp 950.000,- di wilayah Jabodetabek.

Namun keunggulan lain dari mesin diesel adalah cocok untuk perjalanan berbukit, berpasir, berbatu, dan untuk kendaraan berbeban berat.  Apabila Anda menyukai bepergian ke daerah pegunungan atau menyetir off-road, mobil bermesin diesel yang memiliki torsi lebih besar lebih cocok untuk Anda. Mobil diesel`

Tapi apabila Anda cenderung untuk menggunakan mobil untuk berpergian di dalam kota, torsi kendaraan bukanlah masalah yang perlu diperhatikan, pilihannya cocok pada mesin bensin.

Dari segi harga, mobil diesel sudah pada umumnya memiliki harga pasaran lebih tinggi dibandingkan mobil bensin. Hal ini disebabkan karena biaya yang lebih tinggi untuk memproduksi mobil diesel. Sebuah contoh adalah harga On The Road New Toyota Fortuner 2.5 G M/T TRD Diesel sejumlah Rp 440.100.000,- dibandingkan dengan harga versi bensinnya sejumlah Rp 409.600.000,-.

Meskipun mobil bensin memiliki harga pasaran yang lebih murah, Anda harus tetap mencatat bahwa harga jual kembali mobil diesel juga akan lebih tinggi. Sebagai contoh, Toyota Fortuner 2012 Type G A/T bensin, berwarna hitam memiliki harga jual kembali sekitar Rp 318.000.000,- yang bila dibandingkan dengan Toyota Fortuner 2012 Type G A/T diesel berwarna hitam berada di kisaran Rp 350.000.000,-.

Jadi apabila Anda masih menimbang sisi positif dan negatif dari kedua jenis mesin mobil ini, ingat saja apabila Anda biasa berkendara jarak jauh yang menambah jumlah kilometer pemakaian di mobil Anda, mobil diesel mungkin dapat menjadi pilihan lebih cocok. Apabila Anda biasa berkendara di wilayah kota Anda dalam jarak tempuh relatif dekat, akan lebih bijak untuk berinvestasi di mobil bensin yang meskipun lebih boros dari segi konsumsi bahan bakar, memiliki biaya maintenance lebih murah.

 

 

 

 

Sumber                                : www.carmudi.co.id

 

 

 

Penulis

Adithya Nurcahyo's picture
Adithya Nurcahyo
  • Comments

1 Comments:

  1. Default User Picture
    raja mongol (not verified)Nov 13, 2014 17:21 PM

    kalo menurut saya, baik bensin atau diesel tergantung dari medan/lokasi yg akan kita lalui sehari2, tp biasanya org kita terkenal dengan gengsi nya yg tinggi jadi gak perduli mau diesel atau bensin klo harga tuh mobil mahal dan lagi in pasti org2 kita memaksakan membeli walaupun gn cara kredit/leasing......

Scroll to Top