Kalo Hujan Jangan Nekat

Kalo Hujan Jangan Nekat

IR-Musim hujan segera datang. Bagi riders, musim hujan adalah musim test ride ketangguhan mesin sepeda motor. Seperti yang sudah-sudah, datangnya musim hujan biasanya dibarengi dengan datangnya musim banjir. Nah, kalau sudah begini, mau langsung pulang sudah pasti basah. Tunggu sampai hujan reda, well, siap-siap banjir. Tapi, berkendara saat hujan memerlukan perlakuan khusus agar selamat sampai tujuan.  Apa saja? Lets share!

1.Ban Botak Penyebab Oleng

Jika kembang ban sudah tinggal sedalam 0.8 mm, atau sudah botak, sebaiknya segera diganti. Pasalnya saat melewati genangan air, alur ban mengalir kearah samping ban. Jika nggak ada alurnya, maka air nggak dapat di distribusikan kearah samping akibatnya ban terangkat di atas permukaan air. Hal tersebut akan membuat sepeda motor oleng.

2.Bahayanya Water Hammer!

Meski motor sudah ditinggikan, air dapat masuk lewat filter udara, terutama jika melewati genangan air yang cukup tinggi atau banjir. Jika jumlah air terlalu banyak yang masuk, akan menyebabkan water hammer. Water hammer adalah kondisi genangan air pada filter udara, yang dapat menyebabkan pukulan yang keras pada ruang bakar. Akibatnya terjadi kerusakan parah pada mesin seperti, bengkoknya tangkai torak (Connecting Rod), Piston Pecah dan lain sebagainya.

3.Jangan Remehkan Suara Berdecit

Pastikan sebelum berkendara untuk mengecek fungsi kerja rem depan dan belakang. Jika rem motobikers mengeluarkan suara berdecit, artinya permukaan lining kanvas rem sudah licin. Untuk memastikannya, cek ketebalan rem dengan melihat langsung tebal pada (rem disk) dan lihat indikator ketebalan pada rem. Jika ukurannya terlalu kecil segera lakukan penggantian.

 

Penulis

aris
  • Comments

0 Comments:

Scroll to Top