Suzuki Indonesia Challenge Sidrap, Ancaman Anak Bugis !

Suzuki Indonesia Challenge Sidrap Ancaman Anak Bugis !

IR – “Pebalap Jawa, Kalimantan, Sumatera, tunggu anak Bugis di Sentul !” kalimat tersebut spontan terucap dari Yusri Saputra, pebalap asal Sidrap pada press converence pemenang Suzuki Indonesia Challenge – Satria Cup 2015 putaran keempat yang berlangsung di Sirkuit RMS Land Rappang, Sidrap, Sulawesi Selatan pada 6-7 Februari 2015.

Final Suzuki Indonesia Challenge (SIC) yang rencananya akan bergulir di Sentul, Jawa Barat pada Maret 2015 akan mempertemukan 5 pebalap terbaik dari tiap seri yang dijalankan. Di final nanti akan ada 25 pebalap dari 5 daerah berbeda.

Dari pantauan di lapangan terlihat skill tiap pebalap merata, mereka terbiasa memainkan teknik rolling speed di sirkuit permanen. Nyali bertarung tidak henti-hentinya dipertunjukan para anak Bugis ini, rapatnya pertarungan menjadi bukti mereka memiliki tekad yang kuat untuk memperoleh tiket ke Sentul.

“Animo pebalap di seri ini memang luar biasa, skill yang dipertontonkan pun memiliki level yang sama dengan pebalap-pebalap lain dari seri sebelumnya,” ujar Yudi Febrianto, Racing Section Head PT Suzuki Indomobil Sales.

Bicara skill sudah pantas rasanya jika para pemuda Bugis ini disetarakan dengan pebalap Jawa maupun dari daerah lain. Sulawesi memiliki beberapa sirkuit permanen yang sering dipakai pebalap berlatih, diantaranya sirkuit yang baru saja selesai dan lokasinya tidak jauh dari tempat berlangsungnya event ini.

“Di sirkuit yang baru saya sering berlatih menggunakan Satria FU 150 yang spesifikasinya dibuat mirip dengan motor yang diakai di SIC, karena target saya adalah melaju ke final di Sentul, maka saya harus memiliki bekal yang cukup untuk menaklukan Sentul sekaligus menghadapi pebalap dari daerah lain,” tutur Yusri yang keluar sebagai juara kedua di SIC Sidrap.

Ternyata tak hanya Yusri yang sering berlatih di sirkuit tersebut, keempat pebalap lainnya yang berhasil lolos ke final nanti pun memiliki tekad yang sama dengan Yusri. Mereka mempersiapkan diri secara fisik dan mental juga melatih skill di sirkuit tersebut, tentang sirkuit baru bernama Puncak Mario tersebut akan dibahas di artikel lain.

Kelima pebalap tersebut mengaku belum pernah melakukan sesi press converence sebelumnya, kelimanya mengaku grogi ketika menjawab pertanyaan dari para wartawan Nasional dan lokal Sulawesi yang meliput.

“Saya berterima kasih pada Suzuki karena telah mengajarkan sesuatu yang baru, ternyata skill saja tak cukup untuk menjadi pebalap professional, harus dibarengi dengan mental dan sikap,” kata Masrurah yang berhasil mengumpulkan poin penuh di kedua race sehingga keluar sebagai juara pertama.

Tekad kuat para pemuda Bugis ini mendorong IMI Sulawesi untuk mensukseskan perjalanan mereka di final nanti, “Saya akan mengusulkan kepada ketua IMI Sulawesi untuk membawa kelima pebalap ini berlatih di Sentul, karena mereka sama sekali belum pernah membalap disana,” tutup Multazam yang menjabat sebagai Kepala Bidang Olahraga Roda Dua IMI Sulawesi.

Awas, ancaman dari Bugis !

Penulis

Adithya Nurcahyo's picture
Adithya Nurcahyo
  • Comments

0 Comments:

Scroll to Top