Tips dan Trik Mudik sambil Touring

Mudik sambil Touring.

IR - Mudik lebaran sudah menjadi suatu tradisi di Indonesia, para pemudik lebih memilih lebaran dikampung kumpul dengan sanak keluarag. Berbagai macam mudik dilakukan ada yang yang menggunakan peswat, kapal laut, bis, kereta api dan sepeda motor, kebanyakan pemudik lebih memilih menggunakan motor, karena, Naik sepeda motor bisa ngirit, bisa lebih cepat sampai tujuan, bisa buat mondar mandir saat di kampung dan show off ke tetangga kalau sudah punya sepeda motor sendiri.

Pemudik memilih naik sepeda motor karena lebih irit? Memang tidak ada yang menyangkal akan itu apalagi menggunakan motor kecil seperti motor matik. Akan tetapi karena mengejar iritnya saja para pengendara tidak mengindahkan aspek safetynya. Berkendara dengan penumpang lebih dari ketentuan (Ayah, Istri dan anak 3 orang) dan membawa barang yang dimensi dan beratnya dapat mempengaruhi kestabilan motor. Seharusnya  boleh membawa barang dan penumpang asal berat barang + penumpang tidak lebih dari 150 kg. Dan pastikan barang yang dibawa tidak mengganggu handle dan kestabilan motor itu sendiri.

Menggunakan sepeda motor lebih cepat sampai. Untuk hal ini juga bisa dibenarkan karena motor lebih fleksibel untuk selap selip dan lewat jalur jalur alternatif yang sempit. Tetapi keseringan karena ingin cepat, gaya berkendaranya kayak pembalap. Sampai ditujuan bisa buat mondar mandir di kampung. Karena dari pihak pemerintah kita belum dapat menyiapkan angkutan terintegritas yang mumpuni untuk masyarakat. Sepeda motor adalah pilihan yang pas buat beraktivitas dalam berbagai hal.Ada juga yang mudik pakai motor untuk Show off ke tetangga atau teman kalau sudah punya sepeda motor. Ini yang kurang bisa dimengerti. Karena sering terlihat di kampung. Cuma ingin show off sampai dibela-belain nekat naik motor saat mudik.

Dari pemaparan diatas, apakah bahaya mudik dengan berkendara sepeda motor? Kita kembali lagi ke ilmu safety riding. Safety riding itu adalah tindakan pencegahan bukannya pengobatan. Trilogi kecelakaan karena adanya 3 unsur yaitu manusia, kendaraan dan Jalan, akan tetapi yang paling berpengaruh adalah manusianya. Karena manusianya yang harus dapat mengontrol semua. Jadi bahaya atau tidak, tergantung dari pengendaranya. Jadi pakai motor kecil pun aman.

Sebelum mudik persiapkan  sepeda motor mudik sambil touring, ini dilakukan untuk memastikan semua yang disiapkan masih bagus dan siap untuk berkendara, hal yang perlu di cek yaitu :

1.Cek volume oli rem

2.Cek lampu & sign (depan & belakang)

3.Cek alur dan tekanan ban (depan & belakang)

4.Cek kampas rem (depan & belakang)

5.Servis mesin (ganti oli mesin, oli transmisi, cleaning injector)

Tambahan persiapan yang kudu wajib dibawa :

1.       Bawa basic tools (obeng, kunci busi)

2.       Membawa cadangan busi, lampu utama dan rem jika berkendara malam hari

3.       Pastikan baut sepeda motor tidak ada yang kendor

4.       Perlengkapan administrasi [SIM, STNK] yang masih berlaku

5.       Membawa jas hujan.

6.      Bawa barang seperlunya.

Perlengkapan wajib pengendara :

1.Helm full face

2.Jaket & protector

3.Sarung tangan

4.Celana & protector

5.Sepatu riding

Tips Berkendara  :

  1. Istrahat yang cukup sebelum berangkat
  2. Sudah makan siang diatas 1 jam sebelum berkendara, bagi yang puasa juga tidak masalah
  3. Pastikan semua perlengkapan, administrasi dan lainnya sudah terbawa.
  4. Lakukan peregangan otor sebelum berkendara, agar lebih rileks, bisa juga lakukan dengan urut dari kepala sampai kaki.
  5. Saat berkendara wajib mematuhi peraturan Undang-undang yang berlaku (UUD No.22 Tahun 2009).
  6. Lakukan istirahat maksimum setiap 2 jam (jika belum sampai 2 jam lelah segera istirahat)
  7. Lakukan senam kecil saat istirahat agar tambah fresh.
  8. Pastikan kondisi jalur aman sebelum melakukan manuver atau mendahului.
  9. Terakhir Bro Sist jangan lupa Do’a, sebagai insan yang beriman, berdoa sebelum melakukan perjalanan.

Demikian tips and trik untuk persiapan mudik dengan berkendara sepeda motor. Semoga dapat bermanfaat, selamat sampai tujuan.

 

Penulis

Marlon Ancha's picture
Marlon Ancha
  • Comments

0 Comments:

Scroll to Top