Kerjuda Jabar & TDS Idemitsu Drag Bike, Terkendala Perizinan Tapi Tetap Meriah

Kerjuda Jabar & TDS Idemitsu Drag Bike Terkendala Perizinan Tapi Tetap Meriah

IR – Menurut jadwal putaran ketiga Kejurda Jabar & TDS Idemitsu Drag Bike digelar di Jl. Tanjung, Garut Jawa Barat pada 1-2 November 2014, namun yang terjadi lomba ini malah dipindah ke Brigif, Cimahi, Jawa Barat dengan alasan tidak mendapat izin dari pihak kepolisian setempat.

“Tiga minggu sebelum hari H kami sudah mengurus izin-izin yang menjadi dalih ditolaknya acara ini. Mulai izin dari masyarakat di sekitar lokasi dilaksanakannya balapan sampai izin atau rekomendasi dari IMI. Sampai detik akhir barulah keluar surat penolakan dari pihak kepolisian,” cerita Saeful Hidayat salah satu pendtolan TDS Otomotif Racing Management selaku pelaksana balapan ini.

Indonesia Riders yang hadir di Garut pada Sabtu, 1 November siang hari menyaksikan proses negosiasi penyelenggara dengan peserta. Solusinya adalah memindahkan balapan ke lokasi lain, karena jika berubah tanggal sudah tidak mungkin mengingat padatnya acara sampai dengan akhir tahun.

Untunglah opsi yang ditawarkan panitia bisa diterima sebagian besar peserta, yaitu dengan memindahkan lokasi balapan ke Brigif, Cimahi. Bahkan penyelenggara memberikan transportasi untuk membawa motor peserta asal Garut.

Dengan berpindahnya lokasi acara yang jaraknya sekitar 100 km itu ternyata tidak menyurutkan animo peserta, tercatat 400 starter ambil bagian pada balapan ini. Hubungan dan komunikasi yang baik antara pihak penyelenggara dan peserta yang membuat balapan tetap berlangsung meriah.

“Saya pikir dipindahnya lokasi acara di tanggal yang sama adalah solusi terbaik. Meskipun saya yakin itu hal yang sulit, namun TDS mampu melakukannya,” ujar Faisal Harahap, pemilik tim Bill Speed Feat Wahana Baru yang datang jauh-jauh dari Jakarta.

Jalannya lomba sendiri berlangsung meriah, beberapa kelas favorit diikuti pebalap dan tim-tim langganan juara. Yang paling di gemari adalah kelas bracket 9 detik yang diikuti 42 peserta dari berbagai kota.

“Kelas bracket memang seru, karena butuh perlakuan khusus. Saya bersama tim sedang membuat motor yang khusus dimainan di kelas bracket 8 detik dan 9 detik,” ujar Ayip Rosidi pebalap asal tim Bill Speed Feat Wahana Baru.

Ramainya kelas ini karena motor yang dipakai tidak memiliki spek yang khusus, bahkan beberapa menggunakan motor dengan spesifikasi 7 detik, tentu dengan trik agar mampu berlari lebih lambat. Maka itu Ayip dan beberapa pebalap dan tim sedang membuat pacuan khusus di kelas bracket agar sesuai dengan catatan waktu yang diharuskan.

Penulis

Adithya Nurcahyo's picture
Adithya Nurcahyo
  • Comments

2 Comments:

  1. Default User Picture
    T PROJECT (not verified)Nov 03, 2014 17:45 PM

    cireng(kanan jump start) gaya pisan lah.......

  2. Default User Picture
    tyar nuraha (not verified)Nov 03, 2014 17:45 PM

    cireng (kanan jump start) gaya euy....

Scroll to Top